Sebelum lebih jauh membahas tips 3 ini, admin suguhkan
beberapa artikel menarik yang valid dari beberapa komentar ulama yang
dihimpun dari berbagai sumber net dan cetak. Insya Allah dilanjutkan
dengan Tips (3) bagian kedua “Kesimpulan dan Catatan Majelis”.
Dengan ucapan Bismillah, wash sholatu was salamu ‘ala rosulillah wa
alihi wa shobih, bacala…h dengan penuh perhatian dan penuh cinta !!!
Fatwa sayyid Abdur-Rahman bin Musthofa Al-Idrus
Al-Allamah sayyid Abdurrohman bin musthofa Al-Idrus (tinggal di
mesir), menyatakan (dalam penjelasan Beliau tentang sholawatnya sayyid
Ahmad Al-Badawi.
Komentar ini di tulis dalam kitab yang berjudul ”Miraatu Al-Syumus fi
manaqibi Aali Al-Idrus “): bahwa di akhir zaman nanti, ketika sudah
tidak di temukan seorang murobbi (Mursyid) yang memenuhi syarat, tidak
ada satu pun amalan yang bisa mengantarkan seseorang wushul (ma’rifat)
kepada Allah kecuali bacaan Sholawat kepada Nabi SAW, baik dalam keadaan
tidur maupun terjaga.
Kemudian setiap amalan itu mungkin di terima dan mungkin juga di
tolak kecuali bacaan sholawat kepada Nabi SAW yang pasti di terima,
karena memuliakan kepada Nabi Sayyid Abdur Rohman meriwayatkan
keterangan tersebut berdasarkan kesepakatan ulama’. Ketahuilah
sesungguhnya para ulama’ telah sepakat atas diwajibkannya membaca
“Sholawat dan Salam” untuk Baginda Nabi SAW. Kemudian mereka berselisih
pendapat mengenai “kapan” kewajiban itu harus dilaksanakan?.
Menurut Imam Malik, cukup sekali dalam seumur. Menurut Asy-Syafi’i,
wajib dibaca pada tasyahud akhir dalam sholat fardhu. Menurut ulama’
lainnya, wajib dibaca satu kali dalam setiap majlis. Ada juga ulama’
yang berpendapat, wajib dibaca setiap kali mendengar nama nabi disebut.
Dan ada juga yang mengatakan wajib untuk memperbanyak sholawat, tanpa di
batasi bilangan tertentu.
Secara umum, membaca sholawat kepada nabi, merupakan hal yang agung
dan keutamaannya pun sangat banyak. Membaca sholawat, merupakan bentuk
ibadah, yang paling utama dan paling besar pahalanya. Sampai-sampai
sebagian kaum “arifin”, mengatakan : “sungguhnya sholawat itu, bisa
mengantarkan pengamalnya untuk ma’rifat kepada Allah, meskipun tanpa
guru spiritual ( mursyid )” . Karena guru dan sanadnya, langsung melalui
Nabi. Ingat ! setiap sholawat yang dibaca seseorang selalu
diperlihatkan kepada beliau dan beliau membalasnya dengan do’a yang
serupa ( artinya nabi tahu siapa saja yang membaca sholawat kepada
beliau dan nabi menjawab sholawat dengan do’a yang serupa kepada
pembacanya tadi ).
Hal ini berbeda dengan dzikir-dzikir ( selain sholawat ) yang harus
melalui bimbingan guru spiritual/mursyid, yang sudah mencapai maqom
ma’rifat. Jika tidak demikian, maka akan dimasuki syaithon, dan
pengamalnya tidak akan mendapat manfaat apapun”.
( Hasyisyah Ash-Showi ‘la Al-Jalalain, Hal :287,Juz III, Toha Putra )
KEUTAMAAN SHOLAWAT
Berikut beberapa keutamaan shalawat dan hal-hal yang berkenaan
dengannya yang di kutip dari Kitab Nashaihud Diniyyah Wal Washayal
Imaniyah, Karya Al Habib Abdullah Bin Alawi Al Haddad, seorang ulama
besar abad 17.
Shalawat untuk Rasulullah SAW memiliki keutamaan yang besar dan
menghasilkan manfaat yang banyak di dunia dan akhirat bagi orang-orang
yang banyak mengucapkannya. Allah Ta’ala dalam Firman Nya yang
maksudnya,
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai
orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah
penghormatan kepadanya”. [Al Ahzab:56]
Cukuplah bagimu apa yang di sebutkan Allah SWT di atas sebagai
penghormatan dan pengagungan bagi Nabi Nya serta dorongan bagi para
hamba Nya yang mu’min untuk mengucapkan shalawat dan salam baginya.
Nabi Muhammad SAW Bersabda “Barangsiapa bershalawat untukku sekali, maka Allah Bershalawat untuknya 10 kali.”
Seorang alim berkata, “Andaikata Allah bershalawat untuk hamba
sepanjang umurnya sekali, niscaya hal itu telah cukup baginya sebagai
kehormatan dan kemuliaan.”
Maka bagaimana dengan 10 shalawat untuk setiap shalawat yang di
ucapkan muslim untuk Nabinya? Maka Segala Puji bagi Allah atas karunia
Nya yang banyak dan pemberian Nya yang besar.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bershalawat untukku sekali,
maka Allah bershalawat untuknya 10 kali, dan mengangkat baginya 10
derajat, menulis baginya 10 kebaikan dan menghapus darinya 10
kesalahan.”
Nabi SAW juga bersabda “Orang yang paling banyak mendapat perhatianku
pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak shalawatnya untukku”.
Nabi SAW bersabda “Barangsiapa mengucapkan; ‘ Allahumma Shalli ‘Alaa
Muhammad Wa Anzilhu al-Maq’adal Muqarrab ‘indaka Yaumal Qiyaamah.’ (Ya
Allah bershalawatlah untuk Muhammad dan tempatkan dia di tempat yang
dekat di sisi Mu pada hari kiamat), maka Wajiblah ia mendapat
syafa’atku”.
Dalam sabdanya SAW,”Barangsiapa mengucapkan, Jazallahu ‘Anna Muhammad
Maa Huwa Ahluhu (Semoga Allah membalas jasa Muhammad terhadap kami
sebagaimana mestinya), maka ia pun telah memayahkan 70 malaikat menulis
selama 1000 pagi”
Rasulullah SAW bersabda “Bershalawatlah kalian untukku di mana pun kalian berada, karena shalawatmu sampai kepadaku.”
Di riwayakan bahwa Allah mempunyai Malaikat-malaikat yang berkeliling
bumi menyampaikan kepada Nabi SAW, Shalawat dari ummatnya yang
bershalawat untuknya.
Diriwayatkan pula bahwa tidaklah seorang dari ummatnya memberi salam
kepadanya, melainkan Allah mengembalikan ruhnya yang mulia kepadanya
hingga menjawab salamnya. Telah di riwayatkan pula jawaban yang berlipat
atas siapa yang memberi salam Kepadanya SAW.
Nabi SAW bersabda, “Telah menjadi hina orang yang namaku di sebut di dekatnya, namun ia tidak bershalawat untukku”
Rasul SAW bersabda, “Barangsiapa yang aku di sebut di dekatnya, namun
tidak mengucapkan shalawat untukku, ia pun telah menyimpang dari jalan
syurga”
Nabi SAW bersabda, “Perbanyaklah mengucapkan shalawat untukku pada
hari jum’at, karena shalawat untukku di tunjukkan kepadaku pada setiap
Jum’at. Maka yang terdekat di antara mereka kedudukannya dariku pada
hari kiamat ialah yang paling banyak bershalawat kepada ku”.
Nabi SAW juga bersabda, “Bershalawatlah kalian untukku pada malam
yang cemerlang dan hari yang indah.” Yakni, malam Jum’at dan siangnya.
Oleh karena itu setiap mu’min patut memperbanyak shalawat untuk Rasul
SAW dalam seluruh waktunya dan pada malam Jum’at dan siangnya secara
khusus. Hendaklah ia menggabungkan salam dengan shalawat untuknya. Allah
telah menyuruh mengucapkan keduanya bersama-sama.
Di sebutkan dalam hadits dari Allah Ta’ala bahwa Dia berkata kepada
Nabi SAW, “Barangsiapa bershalawat untukmu, Aku pun bershalawat
untuknya. Dan siapa mengucapkan salam untukmu, Aku pun mengucapakan
salam untuknya”.
Barangsiapa mengucapkan shalawat dan salam untuk Nabi SAW, hendaknya
ia ucapkan shalawat dan salam untuk keluarga Nabi SAW sesudahnya, karena
Beliau SAW menyukai hal itu bagi mereka. Telah di riwayatkan banyak
hadits mengenai hal itu. Disebutkan dalam suatu atsar bahwa shalawat
yang di dalamnya tidak terdapat shalawat untuk keluarga Nabi Muhammad
SAW maka shalawat tersebut di namakan shalawat yang buntung. Wallahu
A’laam..
Di sarikan dari terjemahan Kitab Nashaihud Diniyyah Wal Washayal
Imaniyyal. Sayyid Zaid Husain Al Hamid. Diterbitkan oleh Mutiara Ilmu
Surabaya. Cetakan Pertama, Shafar 1423 H.
SELALU MEMBACA SHOLAWAT
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa yang bershalawat
kepadaku satu kali, maka Allah akan memberinya rahmat kepadanya sepuluh
kali.”
Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali ra di dalam kitabnya, Ihya,
mengemukakan hadis dari Abdul Wahid bin Zaid yang menuturkan sebagai
berikut.
Pada suatu hari, saya bersama seorang teman keluar meninggalkan rumah
untuk suatu keperluan. teman saya tidak henti-hentinya mengucapkan
shalawat, baik di saat sedang berdiri, duduk, bergerak maupun diam.
Ketika kutanyakan hal itu kepadanya, ia menjawab :
Anda saya beritahu soal itu. Dahulu saya bersama ayah pergi ke Makkah
untuk pertama kali. Dalam perjalanan berangkat saya ketiduran di suatu
tempat. Dalam mimpi saya melihat seorang datang mendekatiku, lalu
berkata, “Bangunlah. Allah telah mewafatkan ayahmu dalam keadaan
wajahnya kehitam-hitaman!”
Saya bangun dalam keadaan takut dan bingung. Ayah kuhampiri dan
kubuka kain penutup mukanya. Ternyata benar, ia telah menjadi mayit dan
wajahnya tampak kehitam-hitaman. Saya sungguh ketakutan sekali. Beberapa
saat kemudian, dalam keadaan bingung dan sedih, saya tertidur kembali.
Kali ini saya mimpi lagi melihat empat orang lelaki berkulit hitam,
masing-masing memegang tongkat besi. Tiba-tiba datang seorang lelaki
berwajah rupawan berpakaian warna hijau. Kepada orang-orang yang
berkulit hitam itu ia berkata,
“Menyingkirlah kalian semua!.”
Lelaki rupawan itu lalu mengusap-usap muka ayahku dengan tangannya. Lalu mendekatiku seraya berkata,
“Hai, bangunlah. Allah telah memutihkan muka ayahmu.”
Aku bertanya,
“Anda siapa?.”
Ia menjawab,
“Aku Muhammad.”
Ketika bangun, saya segera menghampiri ayah dan kubuka kain penutup
mukanya, dan ternyata wajahnya tampak keputih-putihan. Sejak itu saya
tidak pernah meninggalkan shalawat kepada Rasulullah.
Title : Tips Zikir
Description : Sebelum lebih jauh membahas tips 3 ini, admin suguhkan beberapa artikel menarik yang valid dari beberapa komentar ulama yang dihimpun dari...
Rating : 5